Cerita pendek "Rindu Rumah"



'Aku pulang..' suami membuka pintu. Di ruang tamu ada si istri yang sedang duduk di bangku sambil menonton tv, melihat ke arahnya. Si suami langsung duduk di bangku dekat si istri duduk. 'Eh, kamu pulang mas,' sedikit kaget, melanjutkan berkata, 'Gimana hari ini mas?, kamu terlihat sangat capek hari ini'. 

'Ya, aku hari ini sangat lelah karena harus menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk, al hasil aku harus lembur' kata suami sambil melepas sepatu. Saat itu malam pukul 10:00 WIB, 'Tapi aneh lho, rasa capek ini bisa hilang seketika, ketika aku melihat wajah kamu, iya, seperti gula yang indah, larut saja' kata si suami.

Si istri senyum, tipis. 'Kamu dari dulu ngga pernah berubah ya, selalu bisa bikin aku senyum'

Setelah melepas sepatu, suami beranjak ke kamar tidur.

Si istri hanya diam memandangnya.

Tak lama kemudian, si suami kembali keluar kamar dan kembali duduk di bangku dekat si istri. 'Beruntung sekali aku mas, bisa mendapatkan suami seperti kamu' kata si istri, memandangi wajah si suami dengan mata yang bekaca-kaca. Si suami membocorkan balik wajah si istri 'Aku juga sangat beruntung bisa mendapatkan istri seperti kamu, baik, penyayang, dan cantik'.

Si istri menarik nafas panjang. 'Kamu ingat nggak, saat kamu melamar aku?'

'Ingat dongg, aku ngelamar kamu di mobil saat itu, di mobil yang kita berdua ngumpulin duit bareng buat beli mobilnya. Hhh, lucu ya kalo di inget-inget' si suami sambil tersenyum.

Si istri lagi-lagi tersenyum, 'Waktu itu kamu ngelamar aku pas lagi di lampu merah. Sampai-sampai kita di klaksonin orang dari belakang karena kaga jalan pas lampu hijau'

'Lagian kamu sih tertawalah, aku jadi kaga fokus sama lampunya, hahaha' Si suami tertawa.

'iya' kata si istri. 'Dan aku akhirnya jawab, setelah kita diklaksonin orang dari belakang'

'Pas, tinnnnn, aku langsung jawab, iya aku terima kamu' lanjut si istri.

'Waktu kamu jawab terima, aku mau nangis lho rasanya, hatiku berkata akhirnya kau mendapatkannya' kata suami

'Setelah menikah kita sering jalan-jalan ya, tapi akhir-akhir ini kita jarang keluar rumah jalan-jalan, pemerintah belum mengizinkan untuk keluar rumah, karena penyebaran virus yang masih tinggi, kamu pasti bosan ya di rumah terus setiap hari.'

'Tidak papa mas, aku ngga bosan ko di rumah terus,' kata istrinya. 'Selagi kamu selalu pulang.'

Si istri duduk, diam.

Mengelap air mata yang jatuh satu tetes.

'Kamu kenapa? Kok tiba-tiba menangis?' Tanya si suami.

'Gak kenapa-kenapa.'kata si istri.

duduk suami dari tempatnya, dan menuju kamar sambil mengajak istri.

'Ayuk udah malem, kita tidur' ajak suami.

'iya' kata si istri.

Si suami langsung bermasalah di kasur, si istri duduk di pinggir kasur, memandangi suami dengan air mata yang masih menetes.

'Mas, besok kan hari libur, kita pergi ke makam ya besok.' Kata si istri.

Suami tidak menjawab, si istri lalu membelakangi si suami. Esok paginya, istri terbangun dengan melihat bahwa suami sudah tidak ada di sebelahnya. Si istri mengambil kembali handuk lalu ia mandi. setelah mandi si istri memakai pakaian serba hitam menuju ke pemakaman, setelah sampai disana, ternyata si suami sudah ada di sana, berdiri di makam, si istri pun menghampirinya.

'Mas, kamu sudah ada disini ternyata' Tanya si istri.

Suami tidak menjawab ia hanya memandangi makam yang ada di sana.

'Mas' kata is istri sambil menahan tangis.

'Kenapa namaku ada disini?' Tanya suami bingung tidak percaya, melihat ke arah istrinya. Istrinya kembali mengeluarkan air mata. Dia berkata, 'Tujuh hari yang lalu, sebelum kamu pulang, kamu menelepon aku, kamu akan pulang lebih, saat di perjalanan pulang lambat dan menabrak sebuah truk dari arah berlawanan. Menghantam mobil dengan kuat, sampai terpental dan terguling.'

Si suami melihat ke sekujur tubuh, rusak, remuk, tak berbentuk, hanya tersisa sisa saja. Suami hanya terdiam dan melihat kembali ke arah istrinya, 'Kenapa kamu diam saja, kenapa kamu kaga bilang dari semalam?'

'Karena aku rindu kamu, mas, rumahku' kata si istri.

Komentar